Terima Kasih Telah Tersenyum Untuku

o

Kau tau mimpiku, ada beberapa pesan yang terkandung dalam sebuah mimpi itu, entah pesan untuk siapa aku juga tidak tau, apakah pesan untuk diriku atau untuk dirinya nanti. Kebanyakan orang menganggap hanya sebuah kabar untuk pengantar tidur, namun ada sebagian orang yang mempercayainya juga, mungkin aku bagian dari itu. Bagian yang percaya bahwa mimpi itu memiliki arti, pesan dan sebuah harapan yang harus di wujudkan.

Aku tak tahu sejak kapan mulai bermimpi tentang itu, seakan terasa seperti mengalami secara langsung, seakan tak pernah hilang dan baru saja terjadi, seorang yang selalu bermimpi dan ingin tenggelam dalam mimpi itu, hahahah lucid dream mungkin sebuah kebohongan para ilmuan, nyatanya sudah ku rencanakan berkali –kali namun tak ada hasil yang terjadi, seakan datang sendiri dan menghampiri di saat tubuh ini lelah.

Indah sepertinya memiliki seorang yang terlalu dekat dengan kita, bisa berbagi canda tawa, sedih dan terkadang saling menyalahkan. Motivasi apapun mungkin bisa bangkit dengan bersama, dan indah pula merasakan itu, bagian mimpi itu adalah ini. Layaknya sebuah harapan yang sudah terkubur dengan waktu, yang tak mungkin bisa kembali lagi, bersenda gurau di usia yang sudah menyadari diri sendiri, tertawa dan berbagi kisah yang bodoh pada  masa lalu, menatap langit senja dengan satu bintang yang terang terlihat. Indah sekali bukan membayang kan itu .

Apakah kiranya harapan itu pernah terjadi? Mungkin pernah namun hanya seakan menghampiri, datang hanya pada saat tertentu dan berfikir kalau diri ini kalah dengan waktu dan keadaan. Hahahaha semua harapan itu pernah terjadi, saat itu dimana bulan sabit terlihat begitu indah dan dia senang melihat itu, memanggil dengan girangnya bahwa itu indah, dengan memegang sapu di halapan depan rumah tinggal sementara. Lantas apa yang aku lakukan? Tak ada kata yang terucapakan, menurtku bulan sabit itu biasa saja, aku sering melihatnya seorang diri, di suatu malam. Namun nampaknya beberapa kejadian di malam itu berbeda dengan yang biasanya, senyumnya  merubah keadaan yang telah lama tersusun.

Pada pagi hari semua itu terasa dingin, namun tidak dengan perasaan ini, di kala di ajak untuk berkeliling satu putaran dan melihat indahnya embun, pagi itu aku merasakan dingin, namun seakan sudah terbiasa dengan itu, dan jaket itu menjadi pelindung untuknya. Indah bukan kepulan asap itu? Datang dari bawah dan akan menuju harapannya diatas? Dengan lampu kuning yang belum di matikan membuatnya indah.  Semua menyadari bahwa itu indah, seakan pengalaman pertama untuknya, dengan di temani harum bunga kopi di yang bermekaran, seakan waktu ingin aku hentikan.

Suatu ketika kau menangis dan membenci keadaan yang telah terjadi, semua yang kau lakukan itu seolah kamu salah, dan aku tak tau harus bagaimana. Satu hal yang aku sesali adalah sikapku waktu itu, aku membenci diriku waktu itu, aku teralalu jatuh kedalam, sebuah hal yang seharusnya aku tidak ada. Namun bagiku saat itu aku benar, dan aku benci itu, kebenaran itu dan aku membencinya sekali lagi. Suaramu itu aku masih selalu ada di dekat telingaku, dan aku selalu merasa bahwa hari itu terjadi kamarin dan selalu menjadi kemarin di waktuku.

Aku hanya ingin hidup bersama sahabatku, jadilah teman dalam kehidupanku dulu, nanti kamu akan mengerti apa yang aku inginkan, semua berjalan seakan sudah diatur, itu yang selalu kau fikirkan.

Hahahah bodohnya pesanmu saat itu masih aku simpan, tulisan panjang lebar di pesan singkat, yang aku baca dengan sedikit mengantuk, selalu aku ulangi membaca itu bahkan dari banyakanya kata aku sampai hapal akan itu, aku simpan semuanya pesanmu itu.

Kau tau aku tak pernah membuat orang lain tersenyum tanpa beban di depanku, karena diriku.  Selain saat itu disaat kau merasakan bahagia dengan hal kecil  itu, aku merasakan itu, aku bahagia melihat orang lain tersenyum karena ku, aku bahkan tak memperdulikan diriku sendiri, yang ku tau aku melihat itu dan aku bahagia.

Semua waktu itu mungkin sudah hilang dan akan menjadi kenangan, bagimu mungkin kenangan itu sudah hilang di hapuskan oleh keadaan, namun untuku aku selalu mengingat pesanmu, jangan hilangkan kenangan itu, karena suatu saat aku ingin melihatnya kembali, mungkin hanya untuk sekali lagi.

Semua sudah memilih jalan yang di ciptakan masing masing, meskipun melihat kebalakang akan menjadi sia sia saja. Namun tantangan di depan harus segera di hadapi. Aku belum mengucapkan satu hal untukmu. Yaitu Terima Kasih. Terima Kasih karena sudah tersenyum untuku………………………

Submit Your Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *