Mitos Tentang Kebahagian

Bahagia, Sebuah kata dengan banyak makna, sekarang siapa yang tidak mau hidup bahagia?
tentunya semua orang menginginkan hidup yang bahagia, banyak cara yang di tempuh untuk hidpu bahagia dari yang biasa dan sampai yang luar biasa.
tidak semua orang berfikiran sama tentang bahagia, ada yang berfikiran kalau bahagia itu dengan hidup mewah dan bergelimpangan harta, namun juga ada sebagian orang yang berfikir kalau bahagia itu sederhana walau tak bergelimangan harta yang terpenting bisa berkumpul dengan Keluarga, teman dan kerabat dekat.

well itu menurut Pendapat masing-masing tentang bahagia itu sendiri, mungkin pendapat saya dengan anda juga berbeda atau bisa saja sama tapi itu bukan berarti kita harus berpisah justru dengan perbedaan ini kita bisa bersatu karena Satu itu tidak harus sama.

Berbicara tentang bahagia disini saya akan membahasa tentang Mitos tentang Kebahagiaan yang sering kita dengar bahkan alami sendiri, sumber artikel ini saya dapat dari referensi di kaskus dan beberapa dari blog teman, mohon maaf tidak saya cantumkan sumbernya karena terlalu banyak dan saya juga menambahkan beberapa hal yang saya rasa perlu dan penting,

                         Mitos Tentang Kebahagian

 
1. Optimis tidak Realistis

Ini tidak benar. Orang yang pesimis akan berpikir bahwa rasa optimis adalah sebuah delusi atau tidak nyata. Mereka membodohi diri mereka sendiri dengan ketidakmampuan mereka untuk melihat kehidupan dengan apa adanya. Kebalikannya, mereka merasa bahwa diri mereka mengerti kebenaran yang sesungguhnya di dunia, dan tidak perlu merasa khawatir untuk menghadapinya. Mereka menjadi kritis dan sinis, bahkan menempatkannya dalam humor mereka. Mereka melihat hal-hal di sekitar mereka dan rasa pesimis mereka meningkat, menganggap bahwa situasi yang ambigu sebagai suatu hal yang buruk.

Pengamatan buruk mereka tampaknya adalah hal yang benar, namun itu benar-benar siklus yang buruk bagi diri mereka sendiri. Jika berkelanjutan, mereka akan terus bersikap kritis dan pesimis, sehingga mudah bagi mereka untuk berlaku buruk, mudah tidak percaya, dengan cara kritis. Kemudian orang lain akan menjaga jarak dengan mereka atau menanggapi mereka juga dengan cara yang buruk, yang akan menambah keyakinan mereka bahwa dunia ini adalah sebuah tempat yang buruk, dan siklus ini akan terus berulang.

Intinya, seorang yang pesimis menempatkan diri mereka sendiri ke dalam sebuah keadaan yang suram dan penuh dengan malapetaka.
Kenyataannya, untuk menghindari siklus ini adalah hal yang mudah. Jangan melihat sebuah gelas yang tidak penuh terisi air sebagai gelas setengah kosong, namun gelas yang setengah terisi. Bagaimana Anda menyikapi sebuah situasi akan menentukan bagaimana perasaan Anda, dan bagaimana perasaan Anda yang membuat Anda mengambil langkah dengan optimis, membuat jalan Anda menjadi lebih mudah. Intinya adalah bagaimana Anda bereaksi terhadap suatu hal akan mempengaruhi respon orang lain terhadap Anda.

2. Orang Lain lebih bahagia dari pada kita

Sering kali kita berucap atau berfikir kalau orang lain itu memiliki kebahagian lebih baik dari pada kita, kita melihatnya selalu tersenyum, ramah dan dari raut muka juga terlihat mereka seperti tiada masalah.

Memang benar orang lain lebih bahagia dari pada kita namun tidak semua orang melainkan sebagian juga sama atau lebih buruk bahagia dari pada kita, just positif Thinking dan berfikir maju karena kita tidak tahu apa yang dirasakan mereka (orang lain) walau mereka tersenyum, terlihat bahagia dan tak terlihat merasa masalah, namun kita tak tahu apa yang ada di belakang orang Tersebut

3. Orang-orang dan hal-hal lain membuat saya bahagia

rang-orang yang mempercayai mitos ini terbiasa menggunakan ekspresi seperti “Anda membuat saya gila!” atau “Anda membuat saya sangat bahagia!” Walaupun ini merupakan ekspresi yang beragam, namun mereka menunjukkan bahwa kebahagiaan Anda bergantung pada hal-hal di luar diri Anda. Jika seseorang membuat Anda merasa senang, sedih, gila, atau apapun itu, berarti orang itu juga mampu membuat Anda merasakan hal yang sebaliknya.

Jika keadaan mental Anda dikontrol dari apa yang orang lain lakukan, Anda tidak akan pernah stabil. Lalu Anda tidak akan pernah bisa mengontrol apa yang dilakukan oleh orang lain, jadi bagaimana Anda bisa benar-benar merasa bahagia dalam jangka waktu yang lama? Kabar baiknya adalah tidak ada satu hal yang bisa membuat Anda merasa bahagia kecuali diri Anda sendiri. Kenyataannya, apa yang Anda pikirkan tentang orang atau hal tersebut lah yang menyebabkan Anda merasa senang atau sedih. Pikiran Anda berpengaruh terhadap perasaan Anda, bukan hal di luar diri Anda.

Sama halnya dengan uang yang tidak bisa membuat Anda bahagia, orang lain juga tidak memiliki kemampuan untuk itu. Satu-satunya orang yang dapat melakukannya adalah orang yang memiliki pikiran, perasaan, dan perilaku itu sendiri. Jika Anda mengakui kebenaran ini, sekarang dan seterusnya Anda akan dapat benar-benar merasa bahagia. Jika Anda berhenti mengharapkan keadaan untuk mengubah hidup Anda, Anda dapat membuat diri Anda sendiri bahagia, setiap saat, tidak peduli apapun yang terjadi.

4. Saya tidak bisa hidup lajang dan Sendirian

Banyak orang percaya bahwa mereka hanya dapat merasa bahagia apabila mereka memiliki pasangan. Jika Anda termasuk salah satu orang yang mempercayai mitos ini, berarti Anda juga percaya bahwa pasangan Anda dapat membuat Anda bahagia. Anda tidak hanya meletakkan tanggung jawab terhadap kebahagiaan Anda di luar diri Anda, namun sedikit membebankannya pada pasangan Anda. Apakah Anda menyadari bahwa ini adalah keadaan yang buruk? Jika memang Anda telah bersama dengan pasangan Anda dalam jangka waktu yang lama, pada akhirnya mereka akan pergi atau mati, sehingga percaya pada mitos ini hanya akan membuat Anda tidak merasa bahagia dalam jangka panjang.

Ketika Anda percaya bahwa pasangan Anda dapat membuat Anda bahagia, Anda akan mulai menyalahkan mereka ketika Anda tidak merasa bahagia, yang akan menjamin bahwa hubungan Anda akan berakhir dengan buruk. Tentu saja, jika Anda mempercayai mitos ini, kehilangan pasangan hanya akan membuat Anda merasa lebih tidak bahagia lagi. Ingatlah, bahwa kebahagiaan adalah buah dari pikiran Anda, bukan reaksi terhadap suatu kondisi tertentu, seperti orang lain, hal, atau kejadian.

Anda dapat merasa bahagia dengan apapun yang terjadi dan Anda miliki. Anda dapat merasa bahagia dalam sebuah pernikahan, perceraian, berpasangan, lajang, atau apapun status Anda. Anda bisa merasa bahagia di umur berapapun. Selama Anda hidup, Anda dapat membuat diri Anda merasa bahagia, apapun yang terjadi. Terima kenyataan dan bertindaklah sesuai dengan yang dapat membuat Anda menjadi orang yang lebih kuat dan bahagia.

Kebahagian datang jika kita mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan kepada kita, mensyukuri nikmat karunia Sang Maha Kuasa dan menjaganya dengan baik, kita lebih beruntung daripada mereka yang masih mencari kebahagian ini, nikmati hidup yang telah di karuniakan dan jangan kecewakan Sang Pemberi Karunia,

Bahagia itu cukup sederhana yaitu saling berbagi Kebaikan, seperti membagikan artikel ini merupakan sebuah kebahagian bagi saya dan anda karena bisa berbagi  hal yang baik kepada semua orang.

Free Share

You May Also Like

About the Author: deni

Hanya orang yang suka Membaca, Berselanjar di Internet, Menyukai makanan Berkuah atau Sup dan tidak suka dengan Keramaian, Sangat Hobi dengan aktivitas Luar Ruangan Seprti mendaki Gunung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *