Kupu-Kupu Indah Warnamu Malang Nasibmu

Kupu-kupu. Itulah nama satwa bangsa serangga atau ordo Lepidoptera ini. Kupu-kupu merupakan mata rantai pertama dalam ekosistem, karena Ia binatang yang sangat penting sebagai penyerbuk dalam proses pembuahan bunga.
Tapi sayang, Dari sekitar 1.600 jenis kupu-kupu yang saat ini ada di Indonesia, terdapat sekitar 19 jenis kupu-kupu yang terancam punah.berikut saya cantumkan beberapa kupu – kupu yang mungkin Anda sudah jarang lihat
1.Ornithoptera chimaera
2.Troides
3. Cethosia Myrina
4. Trogonoptera
Pernah Melihat Kupu-kupu seperti gambar diatas? Belum pernah? atau pernah sih diwaktu kecil, tapi sekarang dimanakah mereka? mereka hampir punah karena ulah manusia pula, ingin tahu penyebabnya silahkan lihat di bawah ini
1.Di Asia, kupu-kupu banyak menjadi eksperimen dengan tidak memperhatikan keberlangsungan hidup mereka. Ia dibunuh dan diawetkan, lalu dijual.
“Silahkan dilihat-lihat. Ini kupu-kupu langka,” seru seorang pedagang menawarkan dagangannya sambil menunjuk-nunjuk salah satu bingkai kupu-kupu.
kupu kupu memiliki nilai jual karena Mempunyai nilai artistik/ keindahan, sebagai hiasan dinding, meja, dan gantungan kunci.
dan jika dipikir-pikir para pedagang bisa memperoleh keuntungan yang sangat besar dengan usaha souvenir itu karena menangkap kupu-kupu hanya dengan modal dengkul. Dan mungkin inilah penyebab punahnya ekosistem kupu-kupu di Indonesia. Mereka yang hanya berpikir soal untung-rugi terus-menerus menangkapi kupu-kupu di alam tanpa pikir panjang
2. kupu-kupu adalah serangga berdarah dingin, yang membutuhkan udara sejuk buat hidup bukan tanah gersang!.
Pernah ada sebuah iklan air conditioner yang menampilkan kupu-kupu untuk menciptakan image kesegaran udara dan keindahan alam. ya karena memang kupu kupu tinggal di tempat yang sejuk. tapi sayang tempat tinggalnya di gusur oleh tangan tangan manusia. hutan di pangkas menghasilkan co2 yang menyebabkan Pemanasan global dan jelas memberikan efek yang sangat besar terhadap hewan satu ini.
Sebuah studi terhadap 35 Species kupu-kupu yang tidak melakukan migrasi di Eropa yang panas menunjukkan bahwa dua pertiga dari spesies ini telah berpindah 32 hingga 240 km ke tempat lain yang lebih sejuk.
3. Kupu kupu adalah serangga non hama! meskipun memang melewati fase ulat, dan merusak dedaunan.

tahukah kamu pestisida selain bisa membunuh serangga hama, juga bisa membunuh serangga non hama seperti kupu-kupu. karena sebelum menjadi kupu – kupu, hewan ini melewati sebuah fase yaitu menjadi ulat. Fase ini dianggap petani merusak dedaunan dan di bunuh menggunakan pestisida.
Memang saat fase ulat, hewan satu ini merugikan dan merusak dedaunan. tapi setelah menjadi kupu – kupu terjadi simbiosis mutualisme antara kupu – kupu dan tumbuhan. Kupu-kupu membutuhkan bunga sebagai sumber makanan, karena kupu-kupu memerlukan makanan yang berupa nektar bunga. Sebaliknya, dengan dihinggapi oleh kupu-kupu dan diserap nektarnya, bunga akan terbantu dalam proses penyerbukannya. Sehingga, bunga dapat melakukan proses pembuahan.

Demikian posting sederhana ini merangkum berbagai aktifitas manusia yang membuat populasi kupu – kupu di ambang kepunahan. Padahal, Penting bagi kita untuk melestarikan serangga ini karena selain manfaatnya, dampak yang terlampiaskan kepada merekapun akan kembali kepada kita.

sedih tidak melihat malangnya nasib serangga satu ini, saat jadi ulat di basmi oleh pestisida, saat sudah besar rumahnya di gusur dan mereka ditangkap untuk jadi pajangan rumah orang kaya.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan? ayo kita bantu hentikan eksploitasi hutan, memboikot perdagangan kupu kupu awetan, dan penggunaan pestisida. tapi jika tidak mampu melakukan cara tersebut jangan dipaksakan. ada cara lain untuk mengijinkan Kupu kupu terbang bebas mengudara, yaitu dengan men share postingan ini jika berkenan agar orang lain juga tau betapa rindunya alam melihat kupu kupu berterbangan

You May Also Like

About the Author: deni

Hanya orang yang suka Membaca, Berselanjar di Internet, Menyukai makanan Berkuah atau Sup dan tidak suka dengan Keramaian, Sangat Hobi dengan aktivitas Luar Ruangan Seprti mendaki Gunung

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *